Doa yang Mengancam ???
Terinspirasi dari Resensi Film terbarunya Aming “Doa yang Mengancam” rencana rilis tanggal 9 Oktober 2008 (review click disini)
huff,,jadi ingat sm kualitas dan kuantitas berdoa yang maleb lakukan..
Kapan ???
well mungkin hanya rutin disetiap kali akhir solat (itu juga klo gk keburu2 utk mengerjakan hal lain), sesaat setelah duduk berkendara menempuh sebuah perjalanan (mengingat momen 1 Juli 2008), mungkin disaat mau tidur (itu juga karena takut tidak kembali lagi dari dunia bawah sadarku), saat esok pagi ada ujian (karena takut nilainya jelek), disaat ada masalah menghantam kelogisan berpikir (takut menjadi gila), dan hanya saat ada kaul yang ingin dicapai (takut dalam prosesnya Allah tidak ridho jika tidak ada bagian berdoa ini)
Apa saja Isinya???
tergantung moment berdoa, bila pada saat menjelang tidur tentu doa mau tidur, disaat berkendara tentu doa agar diberikan keselamatan di perjalanan, disaat selesai Sholat (diluar doa2 permohonan akan targetan tertentu dalam hidup dan diluar doa2 keluh kesah akan permasalahan yg mendera) parahnya hanya doa yang biasa diajarkan sejak TK yang keluar dengan otomatis tanpa pernah menyimak apa artinya diucapkan segala permohonan itu…
Doa selalu dikabulkan bukan ???
Doa ? hmm,,menurut blog ini doa merupakan lambang dari kelemahan manusia. Dari film Aming tersebut, dari kejadian2 yang maleb alami setiap hari, sungguh miris bila ada orang yang tidak pernah berdoa akan sesuatu pada Tuhannya. Bahkan kabarnya org2 yang mengaku atheispun, akan tetap berdoa (entah pada TUhan siapa,,hehehe…dasar kaum naif) pada saat ia berada dalam kesulitan… Malu,,sungguh,,ketika kita berada dalam kesulitan, setiap doa yang kita panjatkan memang kadang tersisipkan rasa “mengancam” Tuhan bila sampai apa yang kita inginkan dikabulkan (Hey, memangkan semua doa itu dikabulkan?) tidak seperti apa yang kita inginkan. Ancaman untuk mencari dan bahkan meninggalkan “Tuhan” maupun ancaman untuk berjanji tidak pernah akan meminta dan berdoa lagi. Padahal seperti kata Papa,,sm manusia aja kita “cari perhatian” masa sm Allah enggak? Mungkin ada usaha lain selain berdoa, usaha untuk menyenangkan Allah dengan peribadatan yang kita lakukan (Ya Allah, hina sekali hambaMu ini), usaha untuk meyakinkan Allah bahwa kita pantas menerima segala bentuk proposal permohonan kita pada Allah dan juga meyakinkan Allah bahwa kita org yg berserah diri sama kuatnya dengan bersyukur atas setiap doa yang dikabulkan (indeed,,setiap doa memang dikabulkan bukan?). Jadi ingat momen ulang tahun Mama, seorang teman (a.k.a kak Arif) waktu itu memimpin doa yang baru pertama kali maleb dengar karena menggunakan kata-kata ini berulang kali : “Ya Allah, sungguh Engkau sesuai dengan prasangka hambaMu, maka kabulkanlah permohonan kami ini…” dan membuat di akhir acara maleb nanya sama Papa : emg boleh ya kita berdoa kayak gtu tadi (melakukan penegasan dengan berbau “sedikit sinis dan intimidatif sm Allah”) ???
“Ya Allah,,mohon ampun atas segala kelalaian cara-cara yang maleb lakukan pada saat menginginkan sesuatu padaMu dan mohon ampun atas sikap-sikap yang gk appropriate atas setiap doaku yang Engkau wujudkan. Sungguh dalam setiap doaku, aku ingin sekali berada dalam kesadaran bhw doaku pasti Engkau kabulkan dengan cara dan waktu yang terbaik yang Engkau tahu… Dan tolong ya Allah, jangan buat aku menjadi hebat sm sekali, dan peliharalah aku terus dalam ketakutan dan kelemahan,,agar aku tidak pernah lalai berdoa padaMu…AMIN”



amin…walaka bimitslin..
semoga juga buat ivan…
iya, ya kayaknya emang agak intimidatif yah ada benernnya juga sih he..he..
iya berdoa, berikhtiar, tapi masalah hasil hem… sepertinya memang bukan urusan kita ya?
film ini jadi sasaran film yg mau kutonton setelah laskar pelangi
‘Ya Rabb, tetapkan istiqamah pada hambaMu. Siangku tak selalu dalam iman yang teguh. Malamku tak selalu dibasahi air mata taubat. Pagiku tak selalu dihiasi oleh dzikir padaMu. Begitulah Si Lemah ini dalam upayanya yang sedikit, jangan Kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa padaMu atau maksiat. Ridhailah menuju kematian terbaik. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu nikmat yang tak pernah binasa, penyejuk mata yang tak pernah sirna, dan indahnya melihat wajahMu yang mulia. Aamiin’
Film ini menunjukkan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap doa-doa yang kita panjatkan. Pengabulan doa, ternyata dilakukan Tuhan dengan cara yang berbeda-beda; langsung, ditunda atau dengan bentuk lain. Sebagai manusia, kita harus sadar sepenuhnya bahwa semua yang kita dapati ini adalah anugerah dari Tuhan. Yang membedakan antara orang sholeh dengan tidak adalah sikapnya dalam menerima anugerah itu. Film ini mengajarkan kita tentang itu.
“Usaha tanpa doa adalah kesombongan, doa tanpa usaha adalah kesia-siaan“