Home > opinion > euforia kebebasan berpendapat

euforia kebebasan berpendapat


Sebenarnya tulisan ini merupakan keluhan final dari diri saya ttg keadaan saat ini (keluhan sebelumnya yg diinspirasi dari hal2 seperti ini bisa dibaca di ceracauan hari kemarin)

Jalan2 di dunia maya hari kemarin, membuat diriku sakit perut..utk suatu hal simpel (dan private) seperti never ending storiesnya Marissa Haque VS Ratu Atut aja,bgtu byk cacian dan makian berserakan kyk tong sampah abis diotak atik kucing..pdhl klo dipikir2 itu sm skli bukan urusan kita,,para readers dan komentatornya juga gk dikasi duit klo muji2 salah satu pihak (eh,,tp klo iya,,tell me :lol: )

Jalan2 di dunia maya hari ini,membuat diriku bernafas lega..membaca blog bang Toga yg lama dan yg baru sedikit membawaku ke euforia baru dalam kebebasan berpendapat (meski kajian spiritualitasnya jg bisa di multi tafsir oleh para provokator…)..comment dikit ttg pemikiran bang Toga..saya Islam *dan semoga bukan hanya sekedar ritual belaka* dan berasal dari keluarga yg sedikit fundamentalis (walopun yg sedikit “bebas” jg gk dimusuhin kok,cz their find their own way and their own risk stlh diingetin),,dan saya tidak malu mengakuinya..kenapa memilih Islam? Tidak habis saya bersyukur terlahir mendapatkan berkah titel ini dari lahir,dan semakin menemukan jalan saya menggapai Allah yg saya yakini dengan ajaran ini (krn satu2nya agama yg membuat saya *harus* solat dan berkomunikasi pada-NYA minimal 5 kali sehari (ah yg membacanya,,tlg jgn artikan ini sebagai statement “plg benar” dari semua ajaran,,tidak,,ini hanya ingin memberi alasan sederhana “yg plg benar” akan pilihan saya..)

LANJUT…..mksd saya menuliskan masalah ini “lagi” (setelah nulis di note facebook) adalah cuma pengen ngasi tau,,bhw saat ini lahir sebagai bangsa majemuk gk lagi dianggap sebagai berkah buat masyarakat di Indonesia..*yet,,saya jg benci sebagian org2 yg mengagung2kan “pluralisme” krn ttp aja mrk sentimen dan segmentasi terselubungnya untuk memusuhi satu golongan aja,,HUFF kebaca lu,,gk taktis!!* menuliskan ttg opini agama,ke-sukuan,pilihan politik,atau bhkn suka ahmad dhani/maia,sll aja outputnya lagi2 meruncingkan perbedaan.Saya bukan tidak suka perbedaan,,saya suka sekali.bhkn dlm memilih jodohpun saya mencoba mencari yg beda dengan saya,mulai dari beda komunitas,beda prinsip (mksdnya beda prinsip dlm berteman,hehe…),yg satu sulung yg satu bungsu,beda themes blog (antara yg full color dan membosankan) dan bahkan beda jenis kelamin (yaiyalaaaaah…),,bhkn kita sedih ketika dianggap “sama2″ koleris shgga ketika tes psikologi,,yg satu mengarahkan pd jawaban melankolis,yg satu phlegmatis (curcol!!) krn buat saya,,berbeda adalah kekuatan..kami senang sekali membicarakan perbedaan2 kami (dengan nuansa positif) ibarat sekutu perang yg mengidentifikasi masing2 persenjataan dan karakter pasukan..

Uuh,,yg saya gk suka adalah… 1. cara menyampaikan saran,kritik,pencerahan yg “berbeda” dari pendapat seseorang ; dan 2.cara kita menyikapi perbedaan tersebut..seperti skrg,,alhasil ujung2nya adalah gw yg bener,,elo salah..pdhl kita semua tahu,kebenaran datangnya CUMA dari Allah aja..apa pd gk diajarin sm gurunya disekolah,,klo nanya ato komentar kudu tunjuk tangan dulu,,trus pake low pitch level dalam suara,,dan klo dlm tulisan mencantumkan identitas biar kesannya tanggung jawab,,dan menghindari kata2 yg tendensius..dan yg terpenting SOLUTIF!!gk cuma omdo dan komen2 sampah yg klo dibaca cuma guna buat bikin orang darah tinggi cepet mati *apalg klo OOT -seperti seringkali dipraktekkan oleh teman saya Rae dan Kak Temon,hehe*

Aaah,,euforia kebebasan berpendapat..sepertinya piagam HAM internasional kudu ditambah satu lagi deh : Hak Asasi mendapatkan perlakuan *dan komentar* menyenangkan dari semua org..itukn HAK jg,,ya gk???

Categories: opinion Tags:
  1. January 10, 2009 at 9:31 am | #1

    Dasar Rae dan Temon emang gatau diri!! Seenaknya aja komen OOT dan nyampah di blog orang!

    Jitak aja, Leb!! *napsu*

  2. Kira-kira siapa?
    January 11, 2009 at 2:18 am | #2

    manteb leb tulisannya..emg piagam HAM Inl itu perlu direvisi..
    satu lagi saran gw : kebebasan menjalankan ritual keagamaan di kehidupan sehari-hari..F**K liberalism!!

  3. January 13, 2009 at 12:42 am | #3

    hem.. ya ya saya tau arah disangkut-sangkutkannya saya, apa lagi fitnah OTT
    ah tapi saya tidak akan terpancitn menanggapi untuk serius, ini trik lama basbang!

    bila tidak keberatan silakan saudara maleb tunjukan komen yang mana, pada post atau apapun bentuknya, dari saya yang menurut Anda OTT

    terima kasih salam hormat

  4. January 16, 2009 at 8:22 am | #4

    berarti mereka2x yg teriak tentang kebeasan berekspresi harusnya banyak belajar dari para blogger yah, Merdeka !

  5. January 20, 2009 at 1:31 am | #5

    @ kak Anan : emg kak.. *napsu gebukin rae ama kak Temon..

    @ temon : nah tuh pemirsa…liat siapa yg OOT…

    @ setiaji : sepertinya bgtu :)

  6. January 21, 2009 at 5:37 am | #6

    theme kita sama yah (dengan nuansa positif),
    .

  1. No trackbacks yet.