Home > private dorm > if there is a will,there’s a way (sebuah catatan pasca FIM dari seorang notulen)

if there is a will,there’s a way (sebuah catatan pasca FIM dari seorang notulen)

ini bukan tagline kata2 mutiara yg biasa ditemukan di bagian bawah buku tulis sinar dunia,hehe…

maleb cuma pgn review FIM dari hari ke hari,,dari angkatan ke angkatan..(sesuai tugas abadi maleb selama FIM = notulen..hehe..)

tidak bermaksud mengulang,tp seperti kata Pa’e dan Bu’e, FIM ini hanyalah forum re-charging utk para aktivis se-Indonesia.fungsinya adalah wadah dan ruang (atau diibaratkan jg sebagai rumah) bukan mobil yang lebih seperti alat untuk bergerak..

FIM lahir dari komentar cynical orang2 di sebuah siaran radio ttg leadership..

dengan segala impian (dan keterbatasannya), FIM pertama akhirnya terwujud setelah berafiliasi dengan mahasiswa UNJ (yg paling deket rumah,hehe..), dimana FIM berperan sebagai pembuat konstruk pelatihannya,tp teknis eventnya diserahkan kepada teman2 UNJ..
maleb yg waktu itu hanyalah seorang (bakal) mahasiswa yg baru aja tamat SMA akhirnya (terpaksa) ikutan untuk bantu2 orangtua..hehe..acaranya diadakan di Cibodas, Puncak selama 3 hari..para pemateri yang saya ingat saat itu adalah : Imam Budi Prasodjo, Romo Mudji, HS Dillon, (alm) Harry Roesli, Ratna Megawangi, dll..
cat : waktu itu trainer outboundnya sudah dipegang Pak Esnoe looh..hehe..

FIM kedua, berafiliasi pada universitas yang lebih jauh sedikit dari rumah..Paramadina..FIM kali ini bertepatan dengan pemilu 2004, sehingga pada studium general pertama ada dialog kepemimpinan yg menghadirkan para calon2 pemimpin yang sedang berkompetisi..Entah sibuk atau takut dengan para mahasiswa, akhirnya yang datang pada saat itu hanyalah Pak Hasyim Muzadi (itupun diakhir acara,sehingga beliau hanya didaulat untuk jadi Imam Solat Jum’at)..calon yang lain, hanya diwakili oleh tim suksesnya..

Kedua FIM ini,krn di-EOkan pada sebuah universitas akhirnya bisa dibilang para pesertanya kurang variatif,krn lebih banyak dari universitas yang bersangkutan..

FIM ketiga,adalah FIM kecelakaan..iya,FIM kali ini diadakan di atas kapal TNI yg mengirimkan bantuan bencana Nias..tapi ini adalah FIM terseru dan satu2nya FIM yg maleb gk dibolehin ikut.huhu..
dari videonya,seru bgt..sebagian besar peserta punya background sebagai teman2 aktivis pecinta alam dan rescuer di kampusnya masing2..krn medan yg demikian berat dan tidak terduga..
bagaimana tidak, mereka harus tahan ada di kapal barang (bukan kapal penumpang) TNI yg jg penuh dgn bantuan selama 4 hari diombang-ambing ombak..kemudian berkeliling membagikan bantuan di daerah2 terpencil, total tidak ada fasilitas berarti selama 7 hari,pulangnya pun diluar dugaan karena tadinya rencana kembali dengan kapal,tapi ternyata harus pulang pake hercules..(difoto,mukanya pada tegang2 sebelum take off,hehe…)

Jadi kalau ada yang mengeluh ttg fasilitas selama FIM 7,well..bersyukurlah,ada FIM yg lebih parah kok :)

FIM 4 sampai FIM 7 relatif mirip..dalam artian,diadakan di cibubur, tidak berafiliasi dgn kampus tertentu secara khusus (krn mgkn sudah punya alumni utk bantu2)..tapi improve acara terus berjalan..(dan terasa semakin dilepas oleh pa’E dan bu’E)..

well teman2,semua peserta datang ke FIM dengan segala ekspektasinya..
dengan pertanyaan yang paling sering maleb dengar “habis ini,apa realisasi konkritnya?”

kembali lagi pada tujuan,kita sebagai bakal2 calon pemimpinlah yang harus mengkonkritkan apa yang harus kita lakukan pasca pelatihan..bukan berharap disetir oleh sebuah wadah untuk melakukan sesuatu..dan FIM sekali lagi adalah wadah..kalau teman2 cerdas, FIM pasti bisa diber(atau per)dayakan kok utk proyek2 konkritnya..

maleb bisa bantu menjabarkan opsi-opsi berikut :

1. ada rumah belajar di cimanggis yang sangat kekurangan SDM saat ini (ditengah banyaknya alumni FIM selama 7 angkatan)
2. ada APSB : mobil gerakan apa saja (blm maksimal nih pemanfaatannya)
3. ada hasil diskusi FGD teman2 semua yg menunggu realisasi nyatanya (walau blm semua kelompok ngumpulin,,ayo ngakuu,hehe..)
4. mau jalan2 ke QT?
5. cari jodoh?hehe..

akhir kata, itulah FIM,bukan apa2,bukan siapa2.. tp punya harapan utk Indonesia yg lebih baik,plg tidak dari para pemudanya..


if there’s a will,then there’s a way..jalannya sudah terbuka,tinggal bertanya kembali pada diri sendiri..seberapa mau?kalau sudah ada mau dan tekad,insya ALLAH tidak akan pernah ada yg namanya kering ide,rasa malas bergerak,dan berjuta alasan2 untuk tidak melakukan apa2..

Selamat Bergabung Teman2 :)

  1. May 6, 2009 at 7:49 am | #1

    Cari jodoh?? Kok jadi curcol?? Hyakhakhakhakhakhak…. :D

  2. May 7, 2009 at 12:11 am | #2

    cumiiiii…….hahahha…

  1. No trackbacks yet.